Latest Entries »

Teka-teki Imam Alghazali

Teka – teki Imam Al-Ghazali Saturday, 7.

Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau bertanya, “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Empat murid beliu menjawab berturut-turut,”Orang-tua atau guru atau teman atau kaum kerabat.” Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa jawaban tersebut benar. Tetapi yang paling dekat adalah MATI. Mengapa? Sebab itu janji Allah, bahwa setiap yang bernyawa itu pasti akan mati (QS. Ali Imran: 185). Lalu beliau bertanya kembali,”Apakah yang paling jauh dari kita di dunia ini?” Keempat murid beliau menjawab berturut-turut,”Negeri Cina, bulan, matahari dan bintang.” Penegasan Imam Al-Ghazali, “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok, dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai tuntunan agama.” Beliau melanjutkan pertanyaannya, ” Apa yang paling besar di dunia ini?” Tiga orang murid beliau menjawab, “Gunung,matahari, dan bumi.” Penegasan Imam Al-Ghazali, “Semua jawaban itu benar. Tetapi yang besar sekali adalag hawa nafsu (QS. Al A’raf 179). Maka, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu kita, jangan sampai nafsu itu membawa kita nanti ke neraka.

” “Apa yang paling berat di dunia ini?” Tiga murid beliau menjawab “Baja, besi dan gajah.” Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa semua itu benar. Tetapi, lanjut beliau, yang paling berat adalah memegang amanah (QS. Al-Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan,binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu. Ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini. Tapi manusia dengan sombongnya berebut menyanggupi permintaan tersebut. Sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.

“Apa yang paling ringan di dunia ini?” Keempat murid beliau menjawab berturut-turut, kapas, angin, debu, daun-daunan. Tanggapan Imam Al-Ghazali atas jawaban tersebut, “Semua jawaban kamu benar.” Tetapi, lanjut beliau, yang paling ringan sekali adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita dan urusan dunia, kita tinggalkan sholat. Beliau kembali bertanya,”Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?” Murid-murid beliau dengan serentak menjawab, “Pedang!” Imam Al-Ghazali menanggapi bahwa jawaban tersebut benar. Namun, kata beliau, yang paling tajam didunia ini adalah lidah manusia. “Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti dan melukai perasaan sesemanya sendiri.” Mudah-mudahan kita semua bisa memetik hikmah dari semua itu. AMIN

Cara Terbang Pesawat

Asas Bernoulli

Gaya Angkat Pesawat

Mengapa pesawat yang terbuat dari logam yang amat berat dapat terbang di angkasa ?

Bagian atas sayap melengkung, sehingga kecepatan udara di atas sayap (v2) lebih besar daripada kecepatan udara di bawah sayap (v1) hal ini menyebabkan tekanan udara dari atas sayap (P2) lebih kecil daripada tekanan udara dari bawah sayap (P1), sehingga gaya dari bawah (F1) lebih besar daripada gaya dari atas (F2) maka timbullah gaya angkat pesawat.

Gbr. Sirip Pesawat

Bagaimana persamaan untuk menghitung tekanan pada pesawat ?
Persamaan Bernoulli adalah

Sayap pesawat tipis, maka h1 = h2 sehingga tekanan pada pesawat:

P2 : tekanan dari atas pesawat, satuannya Pa
P1 : tekanan dari bawah pesawat, satuannya Pa
v2 : kecepatan udara di atas pesawat, satuannya m/s
v1 : kecepatan udara di bawah pesawat, satuannya m/s
ρ : massa jenis udara, satuannya Kg/m3


Contoh :

Pada pesawat model kecepatan udara di bagian atas 50 m/s dan kecepatan di bagian bawah 40 m/s, jika massa jenis udara 1,2 Kg/m3, tekanan udara bagian atas pesawat 103000 Pa. Berapakah tekanan udara dari bawah sayap ?

Diketahui :
v2 = 50 m/s
v1 = 40 m/s
ρ = 1,2 Kg/m3
P2 = 103000 Pa

Ditanyakan : P1 = ….  ?

Penyelesaian:

P1 =   103540 Pa

Jadi tekanan dari bawah sayap pesawat adalah 103540 Pa.
Bagaimana persamaan untuk menghitung gaya angkat pada pesawat ?

Tekanan , maka F = P.A

Gaya angkat pada pesawat F1 – F2 = (P1 – P2).A atau

P2 : tekanan dari atas pesawat, satuannya Pa
P1 : tekanan dari bawah pesawat, satuannya Pa
F : gaya angkat pesawat, satuannya N
F1 : gaya dari bawah pesawat, satuannya N
F2 : gaya dari atas pesawat, satuannya N
A : luas penampang, satuannya m2
ρ : massa jenis udara, satuannya Kg/m3

Cara Terbang Pesawat Model

Cara Terbang Pesawat Model
Yohanes Surya (UPH)

Mobil remote enggak sendirian. Sekarang sudah ada pesawat model yang bisa terbang lincah di udara dengan dikendalikan remote control. Gimana caranya terbang, sih?

Pesawat terbang model yang bisa dikendalikan dengan remote control atau radio control (alat kendali jarak jauh) atau disingkat R/C Airplane (Remote- Controlled Airplane) sebenarnya sudah ada sejak tahun 1937. Dua orang yang pertama kali membuat pesawat model ini adalah Walter dan Bill Good.

Ada beberapa macam gaya yang bekerja pada benda-benda yang terbang di udara. Gaya-gaya aerodinamika ini meliputi gaya angkat (lift), gaya dorong (thrust), gaya berat (weight), dan gaya hambat udara (drag). Gaya-gaya inilah yang mempengaruhi profil terbang semua benda-benda di udara, mulai dari burung yang bisa terbang mulus secara alami sampai dengan pesawat terbang yang paling besar sekalipun. Jadi, gaya-gaya yang sama (Gambar 1) bekerja juga pada pesawat model yang ukurannya mini ini.

Gaya hambat udara

Gaya hambat udara (drag) merupakan gaya yang disebabkan oleh molekul-molekul dan partikel-partikel di udara. Gaya ini dialami oleh benda yang bergerak di udara. Pada benda yang diam, gaya hambat udara nol. Ketika benda mulai bergerak, gaya hambat udara ini mulai muncul, yang arahnya berlawanan dengan arah gerak, bersifat menghambat gerakan (itu sebabnya gaya ini disebut gaya hambat udara). Semakin cepat benda bergerak, semakin besar gaya hambat udara ini. Agar benda bisa terus bergerak maju saat terbang, diperlukan gaya yang bisa mengatasi hambatan udara tersebut, yaitu gaya dorong (thrust) yang dihasilkan oleh mesin. Supaya kita tidak perlu menghasilkan thrust yang terlalu besar (bisa-bisa jadi tidak ekonomis), kita harus mencari cara untuk mengurangi drag. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan desain yang streamline (ramping).

Supaya bisa terbang, kita perlu gaya yang bisa mengatasi gaya berat akibat tarikan gravitasi bumi. Gaya ke atas (lift) ini harus bisa melawan tarikan gravitasi bumi sehingga benda bisa terangkat dan mempertahankan posisinya di angkasa. Di sinilah tantangannya! Kita harus melawan gravitasi! Bagaimana caranya? Ini saatnya memanfaatkan bantuan dari fisikawan-fisikawan legendaris: Isaac Newton, Bernoulli, dan Coanda. Ketiganya bekerja sama menjawab tantangan ini!

Isaac Newton yang terkenal dengan ketiga persamaan geraknya menyumbangkan hukum III Newton tentang Aksi-Reaksi (Gambar 2). Sayap pesawat merupakan bagian terpenting dalam menghasilkan lift. Pada Gambar 2 kita melihat aliran udara di atas dan di bawah sayap pesawat.

Partikel-partikel udara menabrak bagian bawah sayap pesawat. Partikel-partikel yang menabrak ini lalu dipantulkan ke bawah (ke arah tanah). Udara yang menghujani tanah ini merupakan gaya AKSI. Nah, ini baru aksi yang disebabkan proses yang terjadi di bagian bawah sayap.

Di bagian atas sayap, ada proses lain yang juga menghasilkan aksi. Di sinilah Bernoulli dan Coanda “bekerja sama”. Sewaktu udara akan mengalir di bagian atas sayap, tekanannya sebesar P1. Ketika udara melewati bagian lengkung pesawat, tekanan udara di daerah itu turun menjadi P2.

Menurut Coanda, udara yang melewati permukaan lengkung akan mengalir sepanjang permukaan itu (dikenal sebagai Efek Coanda). Ini dibuktikan ketika kita meletakkan lilin menyala di depan sebuah botol. Ketika lilin ditiup dari belakang botol, aneh, ternyata lilin di depan botol itu akan mati. Coanda bilang, hal ini disebabkan udara yang kita tiup mengalir mengikuti permukaan lengkung botol lalu meniup api lilin hingga mati. Udara yang melewati bagian atas sayap ini mirip udara yang bergerak sepanjang botol. Udara ini akan mengalir sepanjang permukaan atas sayap hingga mencapai ujung bawah sayap (Gambar 2).

Teknik terbang

Di ujung bawah sayap itu, partikel-partikel udara bergerombol dan bertambah terus sampai akhirnya kelebihan berat dan berjatuhan (downwash). Siraman udara atau downwash ini juga merupakan komponen gaya AKSI. Tanah yang menerima gaya aksi ini pasti langsung memberikan gaya REAKSI yang besarnya sama dengan gaya aksi tetapi berlawanan arah. Karena gaya aksinya menuju tanah (ke arah bawah), berarti gaya reaksinya ke arah atas. Gaya reaksi ini memberikan gaya angkat (lift) yang bisa mengangkat pesawat dan mengalahkan gaya berat akibat tarikan gravitasi bumi. Sumber gaya angkat (lift) yang lain adalah perubahan tekanan udara di P2.

Untuk bermanuver di udara, pesawat harus memperhatikan semua gaya aerodinamika tersebut. Jika ingin terbang pada kecepatan dan ketinggian konstan, maka resultan gaya-gaya tersebut harus nol. Ini berarti gaya dorong (B) harus sama besar dengan gaya hambat udara (D), dan gaya angkat ke atas (A) harus sama besar dengan gaya berat benda (C). Kalau kita ingin menambah kecepatan, kita harus menambah gaya dorong sehingga B $> D. Kalau hambatan dari udara lebih besar dari gaya dorong yang dihasilkan mesin (B $< D), maka kecepatan pasti berkurang. Jika kita ingin menambah ketinggian, kita hanya perlu menambah gaya angkat supaya A $> C, sebaliknya jika kita ingin mengurangi ketinggian, kita hanya perlu mengurangi gaya angkat (A $< C). Kadang-kadang pesawat terbang bahkan mengurangi gaya berat dengan cara membuang sebagian bahan bakarnya jika akan melakukan pendaratan darurat. Konsepnya sangat sederhana, kan?

Nah, itu konsep yang “mengangkat” pesawat dari tanah dan menjaganya tetap stabil di udara. Pada pesawat model, besarnya gaya dorong bisa diatur dengan menggunakan remote control atau radio control. Alat kendali jarak jauh pada pesawat model ini merupakan alat pemancar sinyal radio (transmitter).

Pemancar dilengkapi baterai sebagai sumber tenaga untuk mengirimkan sinyal. Baterai ini bisa juga diisi ulang seperti baterai telepon seluler. Alat pemancar ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal radio pada frekuensi tertentu, yang berisi instruksi untuk menggerakkan mesin/kendali pesawat.

Sewaktu kita menggerakkan tombol-tombol pada alat kendali itu, terbentuklah rangkaian listrik yang tertutup. Rangkaian listrik ini akan mengirimkan sinyal berupa gelombang radio. Frekuensi gelombang radio yang biasa digunakan untuk pesawat-pesawat model ini berkisar pada 72 MHz (1 MHz = 106 Hz). Sinyal radio yang berupa pulsa listrik ini sudah memiliki kode-kode unik untuk setiap perintah. Kodenya berbeda-beda untuk perintah terbang, maju, berputar, dan perintah-perintah lainnya. Sinyal radio ini kemudian diterima oleh alat penerima sinyal (receiver) yang diselipkan di pesawat model. Kode yang merupakan perintah ini dikirimkan ke sirkuit (Integrated Circuit atau IC) yang ada di dalam pesawat model. Kodenya kemudian dikenali dan dijalankan. Hasilnya, terbanglah pesawatku!!!

Sumber : Kompas (9 Januari 2004)

Burung gagak

Burung gagak (dikutip dari mutiarahati.blogsome.com)

Motivation-Inspiration

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,

“Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!” Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang Serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Itu gagak, Ayah.” Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah. “Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama. “Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. “Hari ini aku di halaman melayan karena anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, “Ayah, apa itu?” Dan aku menjawab, “Burung gagak.” Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan
jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangnya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga.”

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, ” Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah hilang sabar serta marah.” Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil

Tuhan yang bernama uang

Tuhan yang bernama uang

Uang laksana boom waktu yang siap meledak kapan saja. Bila taemingnya tiba ia akan meledak tanpa perduli dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika sesorang lengah alias tidak dapat mengatur kondisi keungannya, siap-siap akan diporak porandakan oleh uang.

Merupakan sebuah realita uang mampu merubah peradaban dunia. Pada 1997 kala itu krisis moneter melanda negara-negara berkembang, kondisi perekonomian negara-negara berkembang kala itu kolep, termasuk Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar As yang semulanya kisaran Rp2500 drastis melambung tinggi hampir mencapai Rp15.000 perdolar.

Imbasnya krisis moneter kala itu meningkatnya beban kehidupan dan angka pengangguran akibat pemutusah hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tidak mampu menggaji para karyawannya.

Dua bulan belakangan Oktober-November 2008 kondisi prekonomian dunia kembali terombang-ambing. Nilai tukar rupiah menembus harga Rp12.000 perdolar.

Pada kondisi ini nampak jelas uang memainkan peranan penting bagi berlangsungnya kehidupan. Banyak jalan yang ditempuh oleh seseorang untuk mendapatkan uang mulai dari propesi mejadi tukang becak hingga menjadi pejabat berlomba untuk mendapatkan uang.

Memang tidak dapat dipungkiri uang menjadi seperti raja sehingga ada pepatah didunia barat “Dolar yang Maha Agung”. Hampir seluruh umat manusia dewasa ini mengagungkan uang kecuali orang-orang yang memang memegang teguh keimanannya.

Dewasa ini orientasi penghormatan dan penghargaan terhadap seseorang tergantung pada kelas sosial dan seberapa banyak ia memiliki uang, semakin banyak ia memiliki harta benda maka semakin tinggi kelas sosial dan pengormatannya.

Hal ini bertolak belakang dengan firman Allah di dalam al-Quran Surat al-Mujadalah ayat 11 “sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang karena keimanan dan ilmunya bukan atas harta kekayaannya”.

Dengan iman dan ilmu umat manusia terhindar dari kerisis global dan mentuhankan uang. Sebab dengan iman dan ilmunya uang akan menjadi budaknya. Seseorang yang memiliki ilmu dengan penuh keimanan ia akan mendapat jaminan dari Allah SWT Yang Maha Kaya terhindar dari kemiskinan dan kefakiran, karena dengan ilmu yang ia miliki ia akan terus berusaha dengan membumikan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan.

Analisa sederhana, kalau seorang pegawai, karyawan memiliki loyalitas tinggi terhadap pimpinan dan dapat bekerja dengan baik, tentunya seorang pimpinan akan menghargai dan memberikan bonus terhadap si pegawai itu. Apalagi Allah SWT yang segala Maha, tak mungkin menyia-nyiakan kegigihan hambahnya yang taat beribadah danberusaha.

Semakin meningkatnya angka kemiskinanan dan terjadinya krisis global bukan hanya meningkatnya harga jual dan rendahnya harga beli, melainkan karena manusia tak lagi mentuhankan Allah, sehingga sedikit demi sedikit kemurkahan-Nya mulai dirasakan umat manusia.

Sederhana saja, solusi untuk mengatasi krisis global yang sedang melanda umat manusia kembali meyakini dan Menyembah Allah SWT, karena tiada daya maupun upaya melainkan pertolongan dari-Nya. Setelah itu, masing-masing individu bersikap jujur dan memiliki sikap mulia, karena bersikap mulia tidak rugi.

Motivasi

BANGUN, DENGAN BIJAKSANA

Seorang tukang kayu memutuskan untuk pensiun lebih cepat. Ia memberitahukan kepada kontraktor atasannya, bahwa ia telah lama bekerja dengan keras dan ingin sekali menikmati hidup bersama keluarganya dengan berhenti bekerja. Kontraktor itu menyesalkan keputusan si tukang kayu, dan bersedia meluluskan permintaan tersebut dengan syarat: tukang kayu harus dapat menyelesaikan satu pekerjaan baginya sebelum ia berhenti bekerja. Tukang kayu menyanggupi, meski sebenarnya ia kesal dengan syarat yang diajukan atasannya itu. Mau berhenti, malah diberi tugas tambahan, sungguh tak masuk akal. Maka, dengan berat hati, ia pun bekerja semaunya, menyelesaikan pekerjaan yang diminta atasannya itu untuk membangun sebuah rumah. Semua dikerjakan sesuka hatinya. Ia berpikir, toh jika pekerjaan tidak sempurna, aku sudah akan berhenti bekerja baginya, dan ia tidak dapat memarahiku lagi. Ia memilih bahan bangunan yang murah, memasang tembok dengan tidak rapih, memuat kabel-kabel sekenanya, memasang pipa berkarat, atap dipasang asal-asalan, dan memasang pintu bekas yang dibelinya di pasar loak. Yang penting jadi, pikirnya dalam hati.

Rumah itu pun selesai dibangun. Kontraktor datang untuk mengecek pekerjaan terakhir si tukang kayu. Terlihat, rumah itu dibangun asal-asalan, berantakan, dan sedikit miring ke kiri karena pondasi yang tidak cukup kuat. Tukang kayu merasa, tugasnya sudah selesai, dan ia dapat segera berlibur dengan keluarganya. Tak sabar, ia segera menyerahkan kunci rumah yang selesai dibangunnya itu kepada kontraktor. Tetapi, di luar dugaan, kontraktor justru menyerahkan kembali kuncinya kepada tukang kayu, seraya berkata: “Ini untukmu. Hadiah yang kusiapkan bagimu sebagai tanda perpisahan kita, karenanya aku meminta satu tugas akhir sebelum engkau pergi, untuk membuat satu rumah ini yang hendak kuberikan kepadamu.” Alangkah terkejutnya si tukang kayu. Jika saja ia tahu, bahwa rumah itu bakal menjadi miliknya, tentulah ia akan mengerjakan pembangunannya dengan lebih baik, lebih rapi, dan memilih bahan bangunan yang terbaik.

Sama halnya dengan kita. Tatkala kita MEMBANGUN KEHIDUPAN, sehari lepas hari, seringkali kita menaruh perhatian teramat sedikit, cenderung asal-asalan, dan segala hal yang tidak bermutu masuk ke dalam “BANGUNAN” hidup kita. Kemudian kita menemukan, bahwa semua yang kita lakukan itu ternyata untuk diri kita sendiri. Terperanjat dengan hasil yang kita terima; semuanya didapati dalam kondisi yang tidak bagus, karena kita berpikir kita melakukannya sebagai beban dan tidak berpikir manfaat bagi diri sendiri. Kita tidak berpikir membangun kehidupan ini untuk kebaikan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi diri sendiri. Dan sama dengan tukang kayu itu, kita hanya dapat menyesal dan tidak dapat memutar ulang proses pembangunan itu.

Saya teringat pesan ayah, “KEHIDUPAN adalah PROJECT, DO-IT-YOURSELF.” Perilaku kita dan pilihan-pilihan yang kita ambil hari ini, sangat menentukan bagaimana bentuk bangunan kehidupan kita esok hari. Karenanya, bangun dengan bijaksana dan tentukan pilihan-pilihan dengan bertanggungjawab. Apa jadinya Anda nanti, ditentukan dari bagaimana Anda mengambil KEPUTUSAN hari ini. Sejauh mana, Anda menilai kehidupan Anda dan dengan bertanggungjawab memaksimalisasikan semua usaha yang Anda kerjakan untuk kehidupan Anda nanti. “Bangunan” kehidupan seperti apa yang sedang Anda rancang? Apa yang telah Anda masukkan ke dalamnya? Apakah semua bahan yang membentuk bangunan adalah berkualitas terbaik? Bagaimana meletakkan pondasinya agar kuat menopang? Anda dapat mulai merestorasi “bangunan” kehidupan Anda dan membangunnya dengan lebih baik untuk tujuan kehidupan yang lebih bermanfaat:

1. BIJAK MENGAMBIL KEPUTUSAN. Sebagai pemimpin, Anda tentu diharapkan dapat menentukan pilihan-pilihan, mengambil keputusan dengan bijaksana untuk menentukan bagaimana jadinya nanti “bangunan” yang Anda kerjakan sekarang. Dan, seperti Anda tahu, mengambil keputusan adalah inti dari kepemimpinan. Inilah yang sesungguhnya membedakan antara pemimpin yang biasa dengan pemimpin yang luarbiasa, yang membedakan pemimpin yang berhasil mencapai tujuan dengan pemimpin yang tidak saja berhasil mencapai tujuan tapi juga secara bersamaan membuat inovasi. Bangun dengan bijaksana, tentukan pilihan dengan keputusan cermat.

2. BIJAK MENENTUKAN TUJUAN. Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak memiliki tujuan yang jelas. Hidup tanpa tujuan, mengalir begitu saja seperti air, menikmati apa yang datang, mungkin lebih mudah. Tetapi masalahnya, hidup yang demikian tidak membawa hasil yang berarti. Bahkan air akan mencari tempat yang rendah. Orang seperti itu, mungkin di akhir kehidupannya di dunia, akan menggaruk kepala mereka dan bertanya, “Sesungguhnya, saya hidup untuk apa?” Sebaliknya, mereka yang memiliki arah, dapat merefleksikan kehidupan mereka dengan puas, karena telah menemukan tujuan hidup dan mencapai hal-hal yang berarti.

*Anda harus memiliki TUJUAN JANGKA PANJANG, untuk menghindarkan Anda dari frustrasi karena kegagalan jangka pendek (Charles C. Noble).

*Tujuan adalah KUNCI SUKSES hidup. Dr. Ari Kiev (Cornell University)

Mengamati bahwa saat seseorang memutuskan mengonsentrasikan energinya untuk suatu tujuan yang spesifik, mereka mulai mengalahkan kesulitan yang paling berat sekali pun. Bangun dengan bijaksana, tentukan tujuan.

3. BIJAK BEBAS DARI KETERBATASAN. Seringkali, pemikiran kita memiliki batasan-batasan. Seperti seekor lebah yang dimasukkan pada gelas tertutup, tiap kali ia terbang, mengenai tutup gelas dan merasakan sakitnya terbentur, ia kembali terbang rendah berputar-putar dalam gelas. Setelah berbulan-bulan dalam kondisi tersebut, lebah tidak berusaha lagi untuk terbang lebih tinggi daripada tutup gelas. Bahkan, bila tutup tersebut dibuka, tetap saja, lebah tidak akan terbang ke luar. Seperti lebah itu, seringkali pemikiran kita dibatasi oleh “tutup-tutup” gelas kehidupan. Yang harus Anda lakukan adalah, terbanglah, meski terus terbentur berkali-kali, karena kita tidak pernah tahu kapan, “tutup-tutup gelas” telah terbuka dan kita bisa terbang bebas ke luar. Bangun dengan bijaksana, bebaskan diri dari keterbatasan. Bagaimana jadinya hidup Anda nanti, ditentukan dari bagaimana Anda membangunnya hari ini. Jadi, bertanggung jawab menjalani hidup; bangunlah dengan bijaksana, karena semua usaha itu, pada akhirnya, dipersembahkan hanya untuk Anda. Sumber: ESQ Magazine No. 03 / Th. 05 Feb 2009

SHALAT SEBAGAI METODE PEMBENTUKAN KARAKTER

(oleh Ismail)

Pendahuluan

Allah mewajibkan salat kepada umat Muhammad SAW, karena di dalamnya terdapat makna pengabdian tertinggi seorang hamba kepada penciptanya. Di dalam salat juga seandainya dilakukan secara ikhlas, tidak karena semata-mata menjalankan kewajiban, al- musholly akan memperoleh limpahan cahaya petunjuk dari Allah yang berfungsi menjernihkan hati dan sebagai petunjuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tidak berlebihan bila penulis menyatakn bahwa salat itu ibadah yang paling utama dan merupakan mercusuar bagi segala ibadah dan aktivitas.

Tolok ukur kehidupan seseorang dapat dilihat dari kualitas salatnya, karena ketika seorang muslim melakukan salat sesungguhnya ia sedang berhadapn dengan Allah, tentunya berhadapan dengan Allah membutuhkan konsentrasi (khusyu’) dan kedisiplinan.

Kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan pembiasaan. Seorang ingin disiplin waktu ia harus membiasakan diri tepat waktu dalam aktivitasnya. Salat merupakan ibadah yang mendidik berbagai hal mulai dari kedisiplinan hingga komitmen terhadap ucapan sikap dan perbuatan.

Metode pembiasaan dalam salat (lima kali dalam satu hari satu malam), selaras dengan metode pembiasaan yang dikemukakan oleh an-nah lawi. Menurut An-nahlawy pencapaiaan pendidikan dapat dilakukan dengan membiasakan pengamalan terhadap apa yang telah diajarkan kepada siswa.

Dalam makalah ini penulis mencoba menganalisis salat sebagi metode pembentukan karakter.

Untuk perbaikan makalah ini penulis membuka kesempatan bagi pembaca untuk sumbangsi ide dan saran demi kesempurnaan makalah ini.

Salam penulis

Pembahasan

Pengertian Tadib

Dalam makalah ini penulis tidak menjelaskan pengertian pendidikan dari berbagai tokoh namun hanya akan memfokuskan istilah pendidikan dengan kata tadib berkenaan dengan bahasan. Menurut al-Attas, istilah yang paling tepat untuk menunjukkan pendidikan Islam adalah al-Ta’dib, konsep ini didasarkan pada hadits Nabi:

اِدَّ بَنِيْ رَبِّى فَأَحْسَنَ تَـأْدِيْبِيْ {رواه العسكرى عن على}

Artinya : “Tuhan telah mendidikku, maka ia sempurnakan pendidikanku”

(HR. al-Askary dari Ali r.a).

Al-Ta’dib berarti pengenalan dan pengetahuan secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia (peserta didik) tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan. Dengan pendekatan ini pendidikan akan berfungsi sebagai pembimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat dalam tatanan wujud dan kepribadiannya.

Metode Pembentukan Karakter dalam Pendidikan Islam

Kepercayaan akan adanya fitrah yang baik pada diri manusia akan mempengaruhi implikasi-implikasi penerapan metode-metode yang seharusnya diterapkan dalam proses belajar mengajar.

Dalam pendidikan Islam banyak metode yang diterapkan dan digunakan dalam pembentukan karakter. Menurut An-nahlawy metode untuk pembentukan karakter dan menanamkan keimanan ialah

Metode hiwar (percakapan) quran dan nabawi

Metode kisah quran dan nabawi

Metode perumpamaan

Metode keteladanan

Metode pembiasaan

Metode ibrah dan mau’izah

Metode targhib dan tarhib[1]

Ketujuh metode ini dapat diimplementasikan guru pada saat melakukan proses belajar mengajar. Dengan demikian siswa dapat belajar dengan tenang dan senang.

Pada tataran praktis siswa diajarkan untuk membiasakan perbuatan baik dan menjauhi keburukan. Dengan melaksanakan salat seseorang secara otomatis ia akan membiasan prilaku terpuji dengan cacatan salat yang ia lakukan bermakna dalam kehidupan.

Untuk itu pihak penyelenggara sekolah sepantasnya menyediakan ruangan dan waktu untuk siswa melaksanakan salat secara berjamaah.

Dengan melaksanakan salat berjama’ah minimal Zuhur dan Ashar karena kedua waktu sholat ini masih dalam waktu pembelajaran, atau shalat Duha, siswa siswi dididik beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, pada saat salat berjama’ah mereka dapat belajar bagaimana berkata yang baik, bersikap sopan dan santun, menghargai saudaranya semuslim, dan terjalinnya tali persaudaraaan.

Bila susasana seperti ini telah dibiasakan mereka tidak akan gagap menghadapi kehidupan di masyarakat. Bahkan mereka dapat menjadi tauladan bagi masyarakatnya.

Salat Sebagai Metode Pembentukan Karakter

Penulis telah kemukakan beberapa metode pembentukan karakter dari an-nahlawy. Bila kita pahami metode-metode yang dikemukakan oleh An-nahlawy erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah salat.

Seperti telah dijelaskan oleh Allah di dalam surat Al-Ma’arij ayat 19-23, di dalam nya terkandung makna bahwa manusia dibekali karakter positif dan negative. Bentuk karakter yang dimaksud dalam ayat ini ialah yaitu berkeluh kesa saat susah, kikir saat mendapat nikmat. Namun, orang yang sholatihim daaimun yaitu orang-orang yang melaksanakan salat dan terus menerusmengamalkan makna salat dalam keseharian mereka terhindar dari karakter negative sebagaimaa penjelasan dalam ayat 21 dan 22 surat Al-Ma’arij.

Bila kita tarik dalam sebuah analisis maka terjadi keselarasan antara metode yang dikemukakan An-nahlawy dan salat dalam pembentukan karakter positif.

Metode Hiwar Qurani

Hasbi Assidiqy seperti yang dikuti Wawan Susetya mendefinisikan salat menjadi empat pengertian, pada definisi kedua ia memaknai salat sebgai hakikat salat (dalam perspektif batin) yaitu berhadapan hati (jiwa) kepada Allah secara yang mendatangkan takut padaNya, serta menumbuhkan di dalam hati jiwa rasa keagungan kebesaranNya dan kesempurnan kekuasaanNya. Makna lainya ialah: hakikat salat yaitu menzahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan perbuatan[2]

Bila kita pahami dalam proses solat terdapat dialog antara Allah dan hambaNya, seperti dalam surat Fatihah terjadi dialaog yang sangat dalam antar hamba dan Allah SWT. Di dalam surat ini manusia memohon perlindugan kepada Allah dari godaan sayithan, menyatakan Allah itu yang Maha Pengasih dan Penyayang, memuji Allah sebagi penguasa mutlak alam semesta, menyatakan bahwasnya Allah penguasa mutlak hari kiamat, manusia mengakui kelemahannya dengan penyataan kepadaMu kami menyembah, hanya kepadaMu kami meminta pertolongan, manusia memohon petunjuk kepada Allah dalam menjalani kehidupan sebagaimana orang-orang yang Allah telah beri nikmat, dan berlindung dari kesesatan.

Metode dialog ini begitu meyadarkan kita akan akan kelemahan dan kekurangan. Dalam pendidikan seorang guru perlu melakukan dialaog untuk menegtahui perkembangan siswa dan mengidentifikasi masalah-masalah yang dapat menjadi factor penghambat belajar.

Untuk itu seorang guru harus memiliki sikap bersahabat, kasih saying kepada peserta didik.

Nurcholis Majid menyatakan lebih jauh makna salat dalam kehidupan sehari-hari ialah mengandung ajaran berbuat amal saleh kepada manusia dan lingkungan, sesuai pesan-pesan salat sejak takbir hingga salam[3].

Dari pemaparan di atas dapat kita pahami bahwa metode hiwar (dialog) sangat efektif untuk untuk menjalin komunikasi dan hubungan social antara guru dan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik.

Bila komunikasi multi arah telah terbagun maka siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik dan tujuan pendidikan dapat terwujud.

Metode Pembiasaan

Metode pembiasaan atau dalam istilah psikologi pendidikan dikenal dengan istilah operan conditioning. Siswa diajarkan untuk membiasakn prilaku terpuji, giat belajar, bekerja keras, berrtanggung jawab atas setiap tugas yang telah diberikan.

Salat dilakukan 5 kali sehari semalam ialah membiaskan umat manusia untuk hidup bersih dengan symbol wudhu, disiplin waktu dengan ditandai azan disetiap waktu salat, bertanggung jawab dengan simbol pengakuan di dalam bacaan doa iftitah “sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku untuk Allah”, doa ini memberikan isyarat berupa tanggung jawab atas anugrah yang Allah telah berikan.

Pada saat ruku dan sujud umat muslim diajarkan untuk bersikap rendah hati sikap rendah hati inilah merupakan awal kemulian seseorang. Di dalam hadits Qudsi Allah berfirman:

“tidaklah aku menerima salat setiap orang, Aku menerima slat dari orang yang merendah demi ketinggianku, berkhusyuk demi keagunganku, mencegah nafsunya demi larangku, melewatkan siang dan malam dalam mengingatku, tidak terus menerus dalam pembangkanagan terhadapku, tidak bersikap angkuh terhadap mahlukku, dan selalu mengasihani yang lemah dan menghibur orang miskin demi keridhoanku. Bila ia memanggilku, aku akan memberinya. Bila ia bersumpah dengan namaku aku akan membuatnya mampu memenuhinya. Akan aku jaga ia dengan kekuatanku dan kubanggakan dia diantara malaikatku. Seandainya aku bagi-bagikan nurnya untuk seluruh penghuni bumi, niscaya akan cukp bagi mereka. Perumpamaannya seperti surga firdaus, bebuahannya tidak akan rusak dan kenikmatannya tidak akan sirna” (H.R. Muslim)[4]

Dari matan hadis ini dapat penulis pahami bahwa, pelaksanaan salat tidak hanya sekedar melaksanakan kewajiban pada waktu-waktu salat, melainkan tetap memaknai salat sepanjang aktivitas sehari-hari.

Imam fachrurrazi menjelaskan kata shalatihim daaimuun ialah orang-orang yang menjaga salat dengan menunaikannya diwaktunya masing-masing dan memperhatikan hal-hal yang terkait dengan kesempurnaan salat. Hal-hal tersebut baik yang dilakukan sebelum salat dan setelah salat.

Metode pembiasaan ini perlu diterapkan oleh guru dalam proses pembentukan karakter, bila seorang anak telah terbiasa dengan sifat-sifat terpuji, impuls-impuls positif menuju neokortek lalu tersimpan dalam system limbic otak sehingga aktivitas yang dilakuakn oleh siswa tercover secara positif.

Metode Targib dan Tarhib

Metode ini dalam teori metode belajar modern dikenal dengan reward dan funisment. Yaitu suatu metode dimana hadiah dan hukuman menjadi konsekuensi dari aktivitas belajar siswa, bila siswa dapat mencerminkan sikap yang baik maka iaberhak mendapatkan hadiah dan sebaliknya mendapatkan hokum ketika ia tidak dapat dengan baik menjalankan tugasnya sebgai siswa.

Begitupun halnya salat, saat seorang melakukan salat dengan baik dan mampu ia implementasikan dalam kehidupan sehari-hari maka ia mendapatkan kebaiakn baik dari Allah dan masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan dimuka hadis riwayat Muslim “surga firdaus untuk orang-orang yang dapat mengamalkan salat dengan baik dan benar”. Sebaliknya bagi mereka yang melalaikan dan tidak melakasanakan salat neraka weil dan Saqor baginya[5]

Metode reward dan funishment ini menjadi motivasi eksternal bagi siswa dalam proses belajar. Sebab, khususnya anak-anak dan remaja awal ketika disuguhkan hadiah untuk yang dapat belajar dengan baik dan ancaman bagi mereka yang tidak disiplin, mayoritas siswa termotivasi belajar dan bersikap disiplin.

Hal ini bisa terjadi karena secara psikologi manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan mendapatkan balasan dari perbuatan baiknya.

Kesimpulan

Secara filoshopi melalui kajian terhadap metode salat dan pendidikan memiliki kesamaan metode dalam hal pembentukan karakter.

Proses pengulanagan salat sebanyak lima kali sehari semalam bila kita terjemahka kedalam bahasa psikologi dikenal dengan Operan conditioning, dimana siswa dikondisikan, dibiaskan untuk belajar dan berbuat baik.

Proses belajar mengajar yang baik apabila terjalin dialog, komunikasi yang baik anatara siswa dan siswa, siswa dan guru, metode dialog hiwar ini terkandung didalam salat. Ketika salat seorang hambah sesungguhnya sedang berdialog dengan Allah.

Komunikasi yang baik ini memberi kontribusi dari dalam diri siswa dan orang yang melaksanakan salat untuk berbuat yang terbaik, ekspositori terhadap permasalah-permasalahan yang tidak dapat dipecahkan.

Berikutnya ialah metode hadiah dan ancaman. sudah menjadi karakter bagi manusia senang menerima hadiah atas kerjanya dan merasa takut hukuman atas perbuatan salah.dalam salat dan pendidikan kedua metode ini dominant untuk membangkitkan motivasi, sehingga proses pembelajaran menjadi menarik dan aktif.

Daftar Bacaan

Tafsir Ahmad, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung : Rosda Karya,

A.N, Firdaus 325 Hadis Qudsi Pilihan, Jakarta : CV. Pedoman Ilmu, 1990

Madjid Nurcholish, 30 Sajian Ruhani, bandung: Mizan 2001

Wawan Susetya, Sebuah Kerinduan Salat Khusyuk,Yogyakarta : Tugu Publisher 2007.

www.Al-qurandigital.com

www.google.com “salat”


[1] An-nahlawy dalam Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam, Bandung : Rosda Karya, hlm.137

[2] Hasbi Assidiqy, dalam Wawan Susetya, Sebuah Kerinduan Salat Khusyuk,Yogyakarta : Tugu Publisher, h.69

[3] Nurcholish Madjid, 30 Sajian Ruhani, bandung: Mizan, 2001, h.131

[4] Firdaus A.n. 325 Hadis Qudsi Pilihan, Jakarta : CV. Pedoman Ilmu, 1990, h.23

[5] Q.S Al-maa’un : 4 dan Al-mudatsir : 43

GERAKAN PEMBAHARUAN di INDIA

(oleh Ismail dan Muchsin)

Pendahuluan

Penguasaan Inggris di India pada mulanya seiring dengan kultur masyarakat India. Namun, pada tahun 1830-an kalangan misionaris Inggris menjadi semakin aktif, dan para pejabatan Inggris mulai menindas peraktik keagamaan baik agama islam maupun agama Hindu, dan mereka sering menjatuhkan hukuman secara kejam.

Gerakan pembaharuan Islam di India dilatar belakang oleh: ajaran Islam sudah bercampur baur dengan paham dan praktek keagamaan dari Persia, Hindu atau Animisme dan lain – lain, pintu ijtihad tertutup, kemajuan kebudayaan dan peradaban Barat telah dapat dirasakan oleh orang-orang India, baik orang Hindu maupun kaum Muslimin, namun orang Hindu-lah yang banyak menyerap peradaban Barat, sehingga orang Hindu lebih maju dari orang Islam dan lebih banyak dapat bekerja di Kantor Inggris.

Terjadi kesenjangan antara islam dan hindu di India memunculkan gerakan pembaharuan dari umat islam diantaranya gerakan mujahidin dan lahirlah tokoh-tokoh pembaharuan di India seperti: Abdul Azis (1746-1823), Sayid Ahmad Syahid (1786-1831), Sayid Ahmad Khan (1817-1898), secara umum mereka meyuarakan persamaan derajat antara umat muslim India dan umat hindu di dalam pemerintahan colonial inggris.

Dalam makalah ini penulis akan memuat sekilas tentang gerakan pembaharuan umat muslim di India tokoh dan pemikiran mereka.Sebagai penyempurna makalah ini penulis mengharapkan kontribusi pemikiran dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini

Salam Penulis

Pembahasan

  1. Sejarah Lahirnya Gerakan Mujahidin di India

Seperti yang penulis kemukakan dipendahuluan terjadinya gerakan pembaharuan di India dilatarbelakangi oleh factor kesenjagan perlakuan inggris terhadap umat hindu dan umat Islam dalam sistem pemerintahan, serta kesemenah-menahan inggris terhadap rakyat India.

Sejak awal abad XVIII kekuasaan Islam Mongol yang berpusat di Delhi semakin merosot. Lemahnya kemampuan serta kewibawaan sultan tidak dapat mengahalangi kehendak para amir akan melepaskan diri dan berkuasa penuh di wilayah mereka. Selain itu kaum Brahmana mulai bergerak ingin membangun kembali kerajaan Hindu. Rakyat Maratha yang sebelumnya telah berulangkali memberontak dan bergerilya, akhirnya berhasil membebaskan diri dan mendirikan kerajaan Hindu yang merdeka di India Barat. Demikian pula golongan Sikh memenangkan pemberontakannya.

Bangsa Inggris semenjak permulaan abad XVII telah tiba di India sebagai pedagang dengan angkatannya yang bernama “The East India Company.” Mengetahui pertentangan-pertentangan antara sesama wilayah bawahan kesultanan Islam di satu pihak, dan antara Kesultanan Islam dan bekas kerajaan Hindu sebagai taklukannya di pihak lain, akhirnya bangsa Inggris melaksanakan politik mengail di air keruh. Selera mereka tumbuh hendak menguasai wilayah, terutama di sekitar pabrik-pabrik yang telah mereka dirikan.

Dengan politik adu domba yang lihai, mereka berhasil. Madras dikuasai pada tahun 1639. Kota Bombay tahun 1660 jatuh pula ke tangan mereka. Demikianlah selanjutnya dengan kekuatan bedil, politik adu-domba dan senjata uang, dilumpuhkannya kekuasaan hakiki kesultanan Islam Mongol. Walupun sesekali memberontak, tetapi tetap bisa dikalahakan oleh Inggris. Hal yang sama diderita pula oleh raja-raja Hindu, seperti kerajaan Maratha, yang mencoba melawan Inggris pada tahun 1817-1818[1].

Sayyid Ahmad dengan golongan Mujahidinnya mencoba memulai peperangan terhadap golongan sikh di India Utara. Peperangan ini berbuah kemenangan pada kelompok Mujahidin, mereka dapat menguasai Akora yang merupakan pusat kekuatan golongan Sikh.

Ide yang dimunculkan oleh Sayyid Ahmad ialah merubah sistem pemerintahan dari monarki kepada sistem imamah, yaitu negara dipimpin oleh seorang imam.

Sistem pemerintahan imamah dibentuk pada tahun 1827, dalam menjalankan tugasnya, imam mengangkat seorang khalifah sebagai wakilnya di kota-kota penting.

Diantara tugas mereka yaitu mengumpulkan zakat utnuk pemerintahan imam dan mencari mujahidin untuk meneruskan jihad[2].

Namun, sistem imamah yang didirikan oleh Sayyid Ahmad tidak bertahan lama, golongan Sikh menganggap gerakan Mujahidin mengancam kekuasaan mereka. Golongan Sikh di bantu oleh golongan-golongan non muslim seperti golongan Barakzai melangsungkan pertempuran di Balekot dan pada pertempuran inilah Sayyid Ahmad mati terbunuh.

Menurut Harun Nasution setelah meninggal Sayyid Ahmad, para pengikutnya terpecah menjadi dua golongan. Golongan pertama mereka bergerak di bidang pendidikan dengan mendirikan madrasah deoband, golongan ini berpendapat tidak cukup kekuatan untuk melanjutkan perjuangan. Namun demikian, madrasah deoband banyak memberikan pengaruh terhadap pembaharuan islam India dengan lahirnya tokoh-tokoh terkenal.

B. Madrasah Deoband

Sepeninggalan Sayyid Ahmad Syahid, gerakan intelektual melawan kolonial Inggris terus dilakukan oleh para pengikut Sayyid Ahmad Syahid. Pada tahun 1857 madrasah Deoband melalui Mawlana Muhammad Qasim Nanantawi dan Mawlana Ishaq, seorang cucu dari Syah Abdul Aziz ditingkatkan menjadi perguruan tinggi.

Ide-ide Syah Waliullah yang kemudian ditonjolkan oleh sayyid Ahmad Syahid dan gerakan Mujahidin, itulah menjadi pegangan bagi Deoband[3].

Ide-ide itu meliputi:

  • Bidang agama, pemurnian ajaran Islam India dari paham-paham salah yag dibawa tarekat dan dari keyakinan animisme lama dan pemurnian dari perkatek keagamaan seperti bid’ah.
  • Bidang politik dan pendidikan, Deoband mengambil sikap anti Inggris. Sikap anti inggris ini dilator belakangi oleh para pendiri deoband mayoritas pemuka gerakan mujahidin. Mereka mendirikan deoband untuk menentang pendidikan sekuler inggris dan juga sebagai reaksi terhadap usaha kristenisasi di India.

C. Gerakan Aligarh

1. Sayid Ahmad Khan (1817-1898)

Sayid Ahmad Khan lahir pada tahun 1817 Masehi keturunan dari Rasulullah Muhammad SAW, dari pihak Husein. Neneknya adalah seorang pembesar istana di zaman Alamghir II (1754-1759). Pendidikan yang ia tempuh melalui pendidikan tradisional dalam pengetahuan agama dan disamping bahasa Arab ia juga belajar bahasa Inggris.

Menurut pemikiran Sayid Ahmad Khan kemajuan ummat Islam bukan cara memusuhi Inggris dan bekerja sama dengan Hindu, tetapi harus dekat dengan orang-orang Inggris, karena kamajuan Islam tidak terlepas dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Sedangkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern banyak dihasilkan oleh orang-orang Inggris. Penafsiran dan interpretasi yang diberikannya terhadap ajaran-ajaran Islam lebih dapat diterima oleh golongan terpelajar (Islam) dibandi dari hasil penafsiran yang lama atau sebelumnya.
Pemikirannya dalam keagamaan itu antara lain :

  • Perkawinan menganut asas monogami, poligami bertentangan dengan semangat
  • Islam dan hal ini tidak akan diizinkan kecuali dalam keadaan memaksa.
    Islam dengan tegas melarang perbudakan, termasuk perbudakan dari tawanan perang, meskipun syariat memperkanankannya.
  • Bank Modern, transaksi perdagangan, pinjaman serta perdagangan internasional yang meliputi ekonomi modern, meskipun semua itu mencakup pembayaran bunga, tidaklah dianggap riba, karena hal itu tidak bertentangan dengan hukum Al-Qur’an.
  • Hukum potong tangan yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah bagi pencuri, lemparan batu serta cambukan 100 kali bagi pezina hanya sesuai dengan masyarakat primitif yang kekurangan tempat penjara atau tidak mempunyai penjara.
  • Jihad itu dilarang kecuali dalam keadaan memaksa untuk mempertahankan diri.

Setelah Sayyid Ahmad Khan wafat pada tanggal 24 Maret tahun 1898, ide ide pembaharuan yang dicetuskan Sayyid Ahmad Khan dianut dan disebarkan selanjutnya oleh pengikut dan pada akhirnya lahirlah sebuah gerakan yang disebut Gerakan Aligarh Ada beberapa tokoh Aligarh yang berpengaruh dan melanjutkan ide-ide pembaharuan yang dicetuskan Sayyid Ahmad Khan, di antaranya:

2. Nawab Muhsin Al-Mulk

Setelah Sayyid Ahmad Khan menghadapi masa tua, pimpinan Muhammedan Angol Oriental Conference (M.A.O.C.) pindah ketangan Sayyid Mahdi Ali yang lebih dikenal dengan nama Nawab Muhsin Al-Mulk (1837-1907). Pada mulanya ia adalah pegawai Serikat India Timur, kemudian menjadi pembesar di Hyderabad. Ia pernah berkunjung ke Inggris untuk keperluan Pemerintah Hyderabad.

Di tahun 1863 ia berkenalan dengan Sayyid Ahmad Khan dan antara keduanya terjalin tali persahabatan yang erat. la banyak rnenulis artikel Tahzib Al Akhlaq dan kemudian juga di majalah yang diterbitkan M.A.O.C. la pindah ke Aligarh dan menetap di sana mulai dari tahun 1893. Pada tahun 1897 ia menggantikankan kedudukan Sayyid Ahmad Khan di M.A.O.C. Ia mempunyai jasa yang besar dalam menyebarkan ide ide Sayyid Ahmad Khan yang- dilakukannya melalui Muhammedan Educational Conference[4].

Muhsin al-Mulk tidak hanya membawa para ulama dekat dengan Aligarh, lebih jauh ia mampu menarik beberapa lawan politik pendiri Perguruan Tinggi tersebut. Ia adalah orang yang paling cinta damai, namun ia dihadapkan juga kepada kontraversi Hindu-Urdu yang telah ada sejak akhir-akhir kehidupan Sayyid Ahmad Khan. Inilah yang pada akhirnya menyebabkan ia mengundurkan dari Perguruan Tinggi tersebut. Ia wafat 16 Oktober 1907, dan dikuburkan di samping kuburan Sayyid Ahmad Khan di Aligarh[5].

Yang menjadi perbedaan faham keagamaan dan politik Aligarh dan Deoband. Dari segi politik Deoband anti terhadap Inggris dan Aligarh justru sebaliknya pro terhadap Inggris. Dari segi keagamaan Deoband tetap mempertahankan taklid kepada ulama’ klasik dan menutup pintu ijtihad, beda halnya dengan gerakan Aligarh mereka tidak menutup pintu ijtihad. Tetapi pada akhirnya sikap Deoband yang tadinya keras bisa melembut dan berubah terhadap sikap yang tadinya mempertahankan tradisi dan menutup pintu ijtihad, perlahan mulai membuka pintu ijtihad. Karena “Dalam menghadapi golongan ulama Nawab Muhsin al-Mulk bersikap lebih lembut dari Sayyid Ahmad Khan.”[6]

Dari bidang politik Nawab Muhsin Al-Mulk jelas terlihat. Nawab Muhsin Al-Mulk tidak ragu-ragu memasuki bidang politik. Ini terlihat dari usahanya dalam membentuk Delegasi Umat Islam India karena pada waktu itu pemimpin –pemimpin Islam India yang duduk di dalam Dewan-Dewan Perwakilan Daerah melihat bahwa. sebagai minoritas umat Islam tidak dapat menandingi golongan mayoritas Hindu, dalam pemilihan yang akan diadakan. Oleh karena itu, kepada umat Islam harus diberikan daerah-daerah pemilihan terpisah. Delegasi umat Islam India diterima oleh Lord Minto dan tuntutan diterima. Peristiwa itulah yang membawa kepada terbentuknya Liga Muslimin India di tahun itu juga 1906[7].

Dalam bidang politik terlihat antara Sayyid Ahmad Khan dan Nawab Muhsin Al-Mulk mempunyai perbedaan prinsip, Sayyid Mahdi Ali yang lebih dikenal dengan Nawab Muhsin Al-Mulk ia tidak ragu-ragu dalam memasuki bidang politik. Dan sebaliknya, Sayyid Ahmad Khan berprinsip turut campur dalam bidang politik akan merugikan umat Islam India. Ia berpendapat bahwa kemajuan bukannya melalui jalan politik.

Adapun prestasi yang tidak dicapai pada masa Sayyid Ahmad Khan dan dicapai oleh Nawab Muhsin Al-Mulk di antaranya :

- Dalam bidang sosial keagamaan. Berubahnya sikap Deoband yang tadinya bersikap keras dalam mempertahankan taklid kepada para ulama’ klasik menjadi lebih melembut akan adanya perbedaan sikap yang berbeda dari k mereka,

- Dalam bidang pendidikan berhasil mempopulerkan gerakan Aligarh, ini terlihat dalam meningkatnya jumlah siswa di zamannya, yang dahulunya 343 sampai 800 siswa,

- Dalam bidang politik berhasilnya membentuk Delegasi Umat Islam India untuk berjuang dalam mendapatkan daerah –daerah pemilihan terpisah dari golongan mayoritas Hindu.

3. Viqar Al-Mulk

Pemimpin lain yang berpengaruh ialah Viqar al Mulk (1841 1917). Ia semenjak muda telah menjadi pembantu dan pengikut Sayyid Ahmad Khan. Di tahun 1907 ia menggantikan Nawab Muhsin AI Mulk dalam pimpinan M.A.O.C.(harun, 176)

Masa inilah terjadinya perubahan-perubahan besar dalam adminsitrasi Perguruan Tinggi Aligarh, bahkan dalam kebijaksanaan politik umat muslim India.
Viqar al-Mulk bernama Mushtaq Hussain yang lahir 1841, di Distrik Moradabad, United Pravinces. Ia adalah rekan Sayyid Ahmad Khan dan juga Muhsin al-Mulk. Bersama dengan Muhsin al-Mulk ia selalu bekerja sama dalam masalah administrasi Aligarh. Dan setelah Muhsin al-Mulk meninggal pada tahun 1907, ia dipilih menjadi Sekretaris Badan Pendiri.

Pada masa Viqar ini terjadi pertentangan antara Viqar al -Mulk dengan Mr. Archbold yang menjadi Direktur M.A.O.C. di waktu itu. Dalam pertentangan ini Gubernur Daerah menyebelah Archbold sedang Viqar al Mulk disokong oleh Agha Khan serta Amir Ali dan selanjutnya oleh masyarakat Islam di luar. Archbold akhirnya terpaksa mengundurkan diri. Kekuasaan Iriggris di M.A.O.C. dari semenjak itu mulai berkurang. Pada masa Viqar inilah berakhirnya kontraversi tentang administrasi Perguruan Tinggi, dan di mulainya era baru bagi perjalanan Aligarh.[8].

Ini berarti bahwa di masa Sayyid Ahmad Khan dan Nawab Muhsin Al-Mulk kekuasan besar yang menjadi direktur M.A.O.C. yang pada saat itu ialah orang Inggris, tetapi pada masa Viqar Al-Mulk kekuasan besar yang menjadi direktur M.A.O.C. yang dipegang oleh orang Inggris berkurang. Karena tersingkirnya orang Inggris (Archbold) yang menjadi direktur dalam M.A.O.C. yang mengundurkan diri akibat terjadinya pertentangan antara dia dengan Viqar Al-Mulk yang banyak mendapat dukungan atau sokongan dari masyarakat Islam di luar.

Ada salah seorang sahabat dari sayyid Ahmad Khan yang sangat tidak setuju dengan kekuasaan direktur yang begitu besar dari orang Inggris dalam M.A.O.C. Dari hal itu ia memutuskan hubungan dengan M.A.O.C. yaitu Maulvi Sami Allah

Viqar Al-Mulk populer di kalangan ulama’ India, ia mendapat simpati dari kalangan ulama’ India dengan menerapkan dengan kuat hidup keagamaan di M.A.O.C. pelaksanaan ibadat misalnya : shalat dan puasa dan memperketat pengawasannya. Lulus dalam ujian agama menjadi syarat untuk dapat naik tingkat.(harun, 176) Hal ini wajar jika Viqar Al-Mulk lebih populer dan disenangi ulama’ India dari pada Sayyid Ahmad Khan pada waktu itu. Sedangkan Sayyid Ahmad Khan lebih populer di kalangan pelajar.

Dalam pandangan politik ia tidak sama dengan Sayyid Ahmad Khan meskipun dahulunya ia sependapat bahwa Inggris lah yang dapat menciptakan kelanjutan wujud umat Islam India akan dapat terjamin hanya dengan berlanjutnya kekuasaan Inggris. Tetapi ia pada akhirnya merubah pandangan bahwa Inggris bukan tempat orang Islam menggantungkan nasib dalam kelanjutan wujud umat Islam India. Karena ia berpendapat Inggris tidak akan pernah peduli terhadap penderitaan dari umat Islam di India, bisa kami gambarkan melalui pepatah habis manis sepah dibuang.

Tetapi terhadap partai Kongres Nasional India, pendiriannya tetap tidak berubah. Orang Islam harus mempunyai partai sendiri dan harus mempertahankan Liga Muslimin India. Yang dahulu pada masa Sayyid Ahmad Khan dan Nawab Muhsin Al-Muk ketergantungan gerakan Aligarh kepada Inggris kuat, tetapi pada masa Viqar Al-Mulk telah mulai berkurang dan tidak lagi sekeras dizaman Sayyid Ahmad Khan dan Nawab Muhsin Al-Mulk dahulu. Hal ini menggambarkan bahwa Viqar Al-Mulk tidak mau bergantung kepada Inggris seperti yang dilakukan oleh Ahmad Khan dan Nawab Muhsin Al-Mulk pada masa sebelumnya.

4. Altaf Husain Ali

Tokoh India lainnya yang terkenal sebagai penyebar ide ide pembaharuan Sayyid Ahmad Khan adalah Altaf Husain Hali (1837- 1914). Ia pernah bekerja sebagai penerjemah di kantor Pemerintah Inggeris di Lahore, tetapi kemudian pindah ke Delhi. Di sinilah ia berkenalan dengan Sayyid Ahmad Khan dan keduanya menjadi teman baik. Hali terkenal sebagai seorang penyair, tetapi ia juga menulis karangan karangan untuk Tahzib Al Akhlaq. Atas permintaan Sayyid Ahmad Khan ia menulis syair tentang peradaban Islam di Zaman Klasik. Keluarlah di tahun 1879 apa yang terkenal dengan nama Musaddas. Syair itu antara lain juga mengandung ide ide Aligarh. Musaddas sangat berpengaruh terhadap ummat Islam India, sehingga dikatakan bahwa di samping MAOC dan Muhammedan Educational Conference. Musadddas lah yang mempunyai jasa besar dalam mempopulerkan gerakan Aligarh[9].

Ia menyebarkan ide – ide pembaharuan gerakan Aligarh dengan cara yang berbeda dari tokoh yang lain. Ia menyebarkan ide –ide pembaharuan melalui syair yang terkenal dengan nama musaddas.

Dalam bidang politik ia berpandangan bahwa umat Islam India merupakan suatu kesatuan tersendiri di samping umat Hindu. Tetapi bukan anti Hindu.

Semangat patriotisme Hali ini terlihat dalam Syairnya: Jika Anda ingin kebaikan dari negerimu. Maka janganlah menganggap sebagai orang asing sesama patriot dari tanah airmu, Apakah ia Muslim atau Hindu, Apakah Budhis atau Brahma, Pandanglah mereka dengan mata persahabatan yang syahdu, Anggaplah mereka seperti bagian hitam dari matamu[10].

Dalam dunia pendidikan ia berbeda pendapat menurutnya pendidikan wanita ia lebih bersifat progresif. Sedangkan, Sayyid Ahmad Khan yang memandang kaum wanita belum perlu mendapatkan pendidikan sebagaimana kaum laki-laki.

5. Chiragh Ali

Chiragh Ali adalah murid Sayyid Ahmad Khan. Ia melakukan studi banding tentang Bibble dengan Al-Qur’an, sebagai upaya untuk berargumentasi dengan penganut kitab Bible. Ia juga melakukan penelitian kembali sumber-sember hukum Islam. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa Islam tidak terikat pada sistem sosial tertentu. Akhirnya ia pun memunculkan suatu penafsiran yang menyeluruh dan pembaruan dalam lapangan hukum dan politik yang didasarkan atas Al-Qur’an.

Menurutnya Al-Quran bukan merupakan penghalang kemajuan spiritual dan tidak melarang kebebasan berfikir di antara kaum muslimin serta bukan penghalang inovasi dalam segala aspek kehidupan baik dalam politik sosial, pemikiran maupun segi moral[11].

Ini berarti bahwa ia berpendapat Islam harus beradaptasi dengan kondisi zaman yang berubah-ubah, agar senantiasa mampu hadir ke tengah-tengah umat dalam menyelesaikan problematika kehidupan yang terjadi. Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad di dalamnya terdapat elastisitas atau fleksibel yang memungkinkan bagi Islam untuk beradaptasi terhadap perkara politik dan sosial yang terjadi di sekitarnya. Tetapi Islam tidak menentukan sistem sosial atau politik tertentu. Inti pemikirannya tidak berbeda nyata dengan gurunya Sayyid Ahmad Khan

6. Maulvi Nazir Ahmad

Beliau termasuk orang menyebarkan ide –ide pembaharuan dengan cara yang berbeda yaitu melalui gerakan keilmiahan. Karangan – karangannya berkisar sekitar soal agama, budi pekerti, dan problem –problem sosial.

Maulvi berpendapat kemunduran umat Islam, terletak pada umat Islam itu sendiri dan bukan dating dari luar. Umat Islam tidak hidup lagi sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Ia juga menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Urdu yang pada saat itu banyak dibaca dan berpengaruh pada masyarakat Islam India, dari hal itu gerakan Aligarh semakin dekat dengan golongan ulama’ India.

7. Muhammad Shibli Nu’mani

Muhammad Syibli Nu’mani (1857 1914) diangkat pada tahun 1883 sebagai Asisten Profesor Bahasa Arab di Aligarh. Ia mempunyai pendidikan madrasah tradisional dan pernah pergi ke Mekah dan Medinah memperdalam pengetahuannya tentang agama Islam. Setelah Sayyid Ahmad Khan wafat meninggal¬kan M.A.O.C.
Ketika di M.A.O.C. ia berjumpa dengan ide ide baru yang dikemukakan oleh Gerakan Aligarh dan tertarik padanya. Latar belakang pendidikan madrasahnya, membuat ia tidak mempunyai sikap se-liberal Sayyid Ahmad Khan. Tetapi ia tidak menentang pemakaian akal dalam soal-soal agama; mempelajari falsafat barat yakin bukanlah haram. Ulama-ulama zaman klasik juga mempelajari dan mengetahui falsafat. Mereka, demikian argumennya lebih lanjut, menyetujui pelajaran falsafat pemikiran modern dalam bentuk moderat dapat diterimany[12]a.

Pada tahun 1894 ia mendirikan “Nadwah Ulama” yang diawali dengan semangat yang tinggi. Sehingga, Suleman Nadwi, pengganti Syibli menyatakan bahwa “banyak orang percaya bahwa hal ini akan membawa kepada berdirinya pemerintahan ulama”. Inilah nampaknya gerakan tandingan yang pada akhirnya membawa Aligarh kepada kemunduran.

Banyak kritik-kritik yang dilontarkan Syibli kepada Aligarh, dia tidak terkesan dengan hasil-hasil intelektual pendidikan modern, karena perlakuan yang ia terima sebagai Asisten Profesor bahasa. Pada akhirnya ia meninggalkan MAOC dan pergi ke Lucknow untuk memimpin perguruan tinggi Nadwat al-Ulama. Pemikiran modern moderat yang dianutnya membawa perobahan pada perguruan tinggi ini.

Kritik Syibli yang membawa kepada sikap meninggalkan Aligarh adalah bahwa sejak masa Sayyid Ahmad Khan telah terjadi pemisahan agama dari politik. Walaupun pada kenyataannya Sayyid Ahmad Khan sangat memperhatikan agama, Shibli percaya bahwa agama sebagai bantuan untuk tujuan-tujuan duniawi. Ini barangkali obsesi masa lalu ketika para ulama memegang kekuasaan spiritual sekaligus duniawi.

Pada masa inilah, gaung Aligarh mulai memudar, namun ide-ide pembaharuan yang dicetuskan melalui lembaga ini terus dikembangkan oleh tokoh-tokoh yang lahir kemudian[13].

D. Gerakan Sayyid Amir Ali

Sayyid Amir Ali berasal dari keluarga Syi’ah yang di zaman Nadir Syah (1736 – 1747) pindah dari Khurasan di Persia ke India. Keluarga itu kemudian bekerja di Istana raja Mughal. Sayyid Amir Ali lahir di tahun 1849, dan meninggal dalam usia tujuh puluh sembilan pada tahun 1928. pendidikannya ia peroleh dari perguruan tinggi Muhsiniyya yang berada didekat Kalkuta. Disinilah ia belajar bahasa Arab. Selanjutnya ia belajar bahasa Inggris dan kemudian juga sastra Inggris dan hukum Inggris.

Di tahun 1869 ia pergi ke Inggris untuk meneruskan studi dan selesai ditahun 1873 dengan memperoleh kesarjanaan dalam bidang hukum. Selesai dari studi ia kembali ke India dan pernah bekerja sebagai pegawai Pemerintah Inggris, pengacara, hakim, dan guru besar dalam hukum Islam. Di tahun 1883 ia diangkat menjadi salah satu dari ketiga anggota Majlis Wakil Raja Inggris di India. Ia adalah satu-satunya anggota Islam dalam Majlis itu[14].

Beliau tidak anti pati terhadap dunia politik bahkan ia memasuki dunia politik. Ini tercermin pada tahun 1877 ia membentuk National Muhammedan Association, sebagai wadah persatuan umat Islam dan untuk melatih mereka dalam bidang politik.

Amir Ali juga berpendapat dan berkeyakinan bahwa Islam bukanlah agama yang membawa kepada kemunduran sebaliknya Islam adalah agama yang membawa kepada kemajuan dan untuk membuktikannya ia mengajak meninjau kembali sejarah masa lampau bahwa agama bukanlah yang menyebabkan kemunduran dan menghambat kemajuan. Ia tidak menutup pintu ijtihad melainkan membuka pintu ijtihad. Pada pendapat lain juga memberikan pendapat bahwa menggunakan akal bukan suatu dosa dan kejahatan. Bahkan ia memberikan ayat-atat dan hadits-hadits untuk menunjang argumen –argumen untuk menyatakan bahwa ajaran – ajaran itu tidak bertentangan dengan pemikiran akal.

Sayyid Amir Ali untuk memajukan umat Islam ia berpendirian tidak ingin bergantung atau berkiblat kepada ketinggian dan kekuatan Barat seperti halnya dengan Sayyid Ahmad Khan. Sayyid Amir Ali dalam memajukan umat Islam ia berpatokan dan berkiblat pada ilmu pengetahuan yang dicapai oleh umat Islam di zaman itu, karena mereka kuat berpegang pada ajaran Nabi Muhammad Saw. dan berusaha keras untuk melaksanakannya.

Gerakan Muhammad Iqbal dan Jinnah

Muhammad Iqbal berasal dari keluarga golongan menengah di Punjab dan lahir di Sialkot pada tahun 1876. untuk meneruskan studi ia kemudian pergi ke Lahore dan belajar di sana sampai ia memperoleh gelar kesarjanaan M.A. Ditahun 1905 ia pergi ke Inggris dan masuk ke Universitas Cambridge untuk mempelajari filsafat. Dua tahun kemudian ia pindah ke Munich di Jerman, dan di sanalah ia memperoleh gelar Ph.D, dalam tasawuf.

Pada tahun 1908 ia berada kembali ke Lahore dan di samping pekerjaannya sebagai pengacara ia menjadi dosen filsafat. Kemudian ia memasuki dunia politik dan di tahun 1930 dipilih menjadi Presiden Liga Muslimin. Ia wafat dalam usia enam puluh dua tahun ia meninggal di tahun 1938(harun,h. 190-191)

Muhammad Iqbal berpendapat kemunduran umat Islam selama lima ratus tahun terakhir disebabkan oleh kebekuan dalam pemikiran. Hukum dalam Islam telah sampai kepada statis. Penyebab lain ialah terletak pengaruh zuhd yang terdapat pada ajaran tasawuf. Zuhd, perhatian harus dipusatkan kepada tuhan. Hal itu akhirnya membawa kepada keadaan umat kurang mementingkan soal kemasyarakatan dalam Islam. Kemudian menjadi penyebab juga katanya ialah hancurnya Baghdad, sebagai pusat kemujaun pemikiran umat Idlam dipertengahan amat ketiga belas. Pada saat itu pintu ijtihad mereka tertutup.

Menurut Muhammad Iqbal hukum dalam Islam sebenarnya tidak bersifat statis, tetapi dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Pintu ijtihad tidak pernah tertutup. Islam, menurut Iqbal pada hakekatnya mengajarkan dinamisme.

Dalam syair-syairnya ia mendorong umat Islam supaya bergerak dan jangan tinggal diam. Inti sari hidup menurutnya adalah gerak, sedangkan hukum hidup ialah menciptakan, maka ia berseru kepada umat Islam supaya bangun dan menciptakan dunia baru.

Di India terdapat dua umat besar, demikian menurut Iqbal. India pada hakekatnya tersusun dari dua bangsa, bangsa Islam dan bangsa Hindu. Umat Islam India harus menuju pada pembentukan Negara tersendiri terpisah dari Negara Hindu di India.

Tetapi yang patut diingat bahwa bibit ide untuk membentuk Negara tersendiri sebelumnya sudah dalam ide politik yang ditimbulkan oleh Sayyid Ahmad Khan, tetapi ide dan tujuan membentuk Negara tersendiri diumumkan secara resmi dan kemudian menjadi tujuan perjuangan nasional umat Islam India ialah oleh Muhammad Iqbal Dan Jinnah-lah memperjuangkannya sehingga Pakistan mempunyai wujud.

Kesimpulan

Kesemenahan inggris terhadap masyarakat India dan terjadinya kesenjangan perlakuan antara islam dan hindu India dalam hak sebagai warga Negara, menuai kritik dari para tokoh India, sehingga gerakan anti inggris bermunculan.

Gerakan Mujahidin di pelopori oleh Sayyid Ahmad mencoba memulai peperangan terhadap golongan sikh di India Utara.

Ide yang dimunculkan oleh Sayyid Ahmad ialah merubah sistem pemerintahan dari monarki kepada sistem imamah, yaitu negara dipimpin oleh seorang imam., imam mengangkat seorang khalifah sebagai wakilnya di kota-kota penting.

Diantara tugas mereka yaitu mengumpulkan zakat utnuk pemerintahan imam dan mencari mujahidin untuk meneruskan jihad

Dari para Murid Syah Waliullah berdirilah dua perguruan tinggi di India Deoband dan Aligarh. Yang menjadi perbedaan faham keagamaan dan politik Aligarh dan Deoband. Dari segi politik Deoband anti terhadap Inggris dan Aligarh justru sebaliknya pro terhadap Inggris. Dari segi keagamaan Deoband tetap mempertahankan taklid kepada ulama’ klasik dan menutup pintu ijtihad, beda halnya dengan gerakan Aligarh mereka tidak menutup pintu ijtihad. Tetapi pada akhirnya sikap Deoband yang tadinya keras bisa melembut dan berubah terhadap sikap yang tadinya mempertahankan tradisi dan menutup pintu ijtihad, perlahan mulai membuka pintu ijtihad.

Hingga berdirinya Negara Pakistan yang dipelopori oleh Iqbal dan Jinnah, Deoband dan Aligarh telah banyak melahirkan tokoh-tokoh India seperti Sayyid Ahmad Khan, Sayyid Amir Ali, Nawab Muhsin Al-Mulk, Viqar Al-Mulk , Altaf Husain Ali , Chiragh Ali, Maulvi Nazir Ahmad, Muhammad Shibli Nu’mani.

Daftar Bacaan

Risman Abu , Jurnal/Journal from digilib-uinsuka / 2008-08-22 15:26:06, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Nasution Harun, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikiran dan Pergerakan, Jakarta:Bulan Bintang, 1990

Ali Mukti, Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan, Bandung: Mizan, 1993

www.google.com, Pemikiran Altaf Husain Ali

M. Ridwan Nafisah, Tinjauan Mendasar dalam Semangat Pembaharuan, www. google.com, 2009

Pemikiran Muhammd Shibli Nu’mani, www.google.com

M. Lapidsus Ira, Sejarah Sosial Umat Islam, Jakarta:Rajawali Grapindo persada, 2000


[1]Abu Risman Sumber bacaan dapat dilihat Jurnal/Journal from digilib-uinsuka / 2008-08-22 15:26:06, Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

[2] Harun Nasution, pembaharuan dalam Islam Sejarah pemikiran dan pergerakan, Bulan Bintang, Jakarta, 1990, h.160

[3] Ibid, h.163

[4] Ibid, h. 174-175

[5] Mukti Ali, Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan, Bandung: Mizan, 1993

[6] Harun., Op.Cit, h. 175

[7] Op.Cit 175-176

[8] Mukti Ali, Op.Cit

[9] Harun, Op.Cit. h.177

[10] www.google.com, Pemikiran Altaf Husain Ali.

[11] Artikel oleh Nafisah M. Ridwan, judul tinjauan mendasar dalam semangat pembaharuan, www. google.com 2009

[12] Harun, Log.Cit, h. 179

[13] Pemikiran Muhammd Shibli Nu’mani, www.google.com

[14] Harun, Log.Cit h. 181

keutamaan bismillah

Bismillahi arrohmani arrohimi, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Kalimat pembuka yang begitu indah, mengajarkan kepedulian cinta dan kasih sayang.

Kalimat inilah yang diajarkan Rosulullah kepada umat Islam dalam mengawali setiap aktivitas. Sebuah anjuran dan ajakan yang begitu mulia, mengawali hari dan beragam aktivitas dengan sifat kasih dan sayang. hati siapa yang tidak tersentuh??? bukankah yang diinginkan oleh umat manusia adalah kedamaian dan kasih sayang???

Semakin sering kalimat ini diucapkan maka akan semakin banyak energi positif yang memberikan dorongan kepada jiwa untuk berbuat baik, mengingat 60% unsur dari tubuh manusia adalah air, dari hasil penelitian yang dituangkan dalam buku The Power of Water menyatakan bahwa air dia akan mengkristal sesuai dengan prasangka dan ucapan seseorang. Apabila kata yang diucapakan kepada air tersebut buruk maka sugesti negatif yang akan ia berikan kepada tubuh. Begitupun hal nya dengan sugesti positif.

Jauh sebelum penelitian itu ditemukan Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berkata dan berbuat baik. Terjadi hubungan yang saling menguatkan antara hasil penelitian itu dengan perkataan Rasulullah bahwa setiap aktivitas yang tidak diawali oleh bismillahi Arrohmani Arrohimi tidak berkah atau kurang berkah.

Seandainya ada yang bertanya kenapa bisa demikian kan terbentang jarak yang jauh antara pernyataan Rasulullah dengan hasil penelitian tersebut? ya betul jaraknya memang jauh namun substansi bahasannya ialah sugesti positif dan negatif.

Substansi bismillahi Arrohmani arrohimi ialah mengajarkan manusia beriman kepada Allah SWT dan mengajarkan manusia bersifat pengasih dan penyayang. Kemudian mengingat unsur tubuh manusia60% adalah air dan air itu dapat menjaddi energi positif dan negatif sesuai degan apa yang diucapkan dan dilakukan, maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang saling menguatkan antara Hadits Rasulullah ini dengan hasil penelitian tersebut.

Dikisahkan oleh ulama-ulama terdahulu bahwa pada masa itu hiduplah sepasang suami istri yang memiliki karakter yang berbeda. si suami energi yang mendominas dirinya mayoritas energi engatif sehingga sikaf dn perbuatannya negatif; mabuk, main perempuan berjudi dan kejahatan lainnya. Sedangkan si istri energinya energi positif cerminan prilakunya ialah kesalehan taat beribadah, berkata baik, kasih sayang dan lainnya.

Ada yang menarik dari kedua pasang suami istri ini, sang istri dalam beraktivitas selalu mengucapkan kalimat Bismillahi arrohmani arrohimi, si suami merasa resa dan ingin tahu apa yang sebenarnya diucapkan oleh istrinya, ia bermaksud menguji apakah ada nilai kebaikan dari kalimat yang diucapkan oleh istrinya.

Suatu hari sang suami menitipkan sekantong emas kepada istrinya untuk disimpan dan kemudian akan ia minta lagi, dengan penuh rasa percaya istrinya mengambil titipan dan lalu menyimpannya, dari mulai mengambil hingga tersimpan di lemari istrinya membaca bismillah.

Pada hari berikutnya sang suami secara diam-diam mengambil bungkusan itu lalu ia buang ke dalam sumur, tak lama kemuadian ia memanggil istrinya dan meminta kembali bungkusan ter sebut.

Ketika istrinya hendak membuka pintu lemari ia membaca bismillah, pertolongan dari Allah datang bungkusan tersebut atas izin Allah kembali ada di tempatnya semula.

Melihat kejadian ini sang suami mendapat hidayah dan kemudian ia bertaubat.

melalui kisah ini dapat kita pahami betapa indahnya berprasangka dan berbuat baik karena ia akan memberikan sugesti positif.

3 shofar 1431 H @ ruang guru SMPIT Al-Furqon.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.